Digital Marketing Kuliner

 

Rahasia Digital Marketing Kuliner


Apakah Anda percaya pada konsep jatuh cinta sebelum bertemu? Sebab, itulah yang berusaha Anda capai dengan digital marketing.

Digital marketing adalah teknik promosi yang fleksibel untuk bisnis apapun. Termasuk usaha kuliner. 



Pertanyaannya, kalau media digital marketing tiap bisnis umumnya sama, kenapa harus ada teknik sendiri untuk kuliner?

Kuliner merupakan salah satu industri yang paling menjamur. Di Indonesia sendiri, sudah ada lebih dari 5,55 juta usaha kuliner. Mirisnya, hampir 60% bisnis kuliner gagal di tahun pertamanya dan 80%-nya jatuh di lima tahun awal.

Karena itu, pendekatan khusus untuk digital marketing kuliner dibutuhkan. Terutama bagi Anda yang sedang merintis restoran ataupun UMKM di bidang ini. Sehingga, upaya promosi Anda bisa membantu bisnis kuliner tumbuh dan bertahan.

Tenang saja. Itu semua takkan terjadi kalau Anda menjalankan digital marketing untuk bisnis kuliner.

Mengapa Bisnis Resto Perlu Digital Marketing?

Agak sulit dipungkiri, pertanyaan ini pasti masih mengganjal di benak Anda. Seampuh apa sebenarnya digital marketing ini? Apa yang membuat strategi ini berbeda dari strategi marketing biasanya? Anda akan temukan jawabannya di bawah ini.

Hampir Semua Orang Sudah Go Online

Inilah alasan paling pertama dan sederhana. Kalau semua orang sudah merambah ke online, mengapa Anda tidak ikut melakukannya?

Toh, jumlah orang yang mengakses internet makin banyak. Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia mencatat ada 171 Juta penduduk Indonesia yang mengakses internet. 

Angka ini setara dengan 64,8 persen keseluruhan penmemulai bisnis kulinerduduk Indonesia.

Dengan jumlah pengguna sebesar itu, tak mungkin kalau internet tak mempengaruhi kehidupan sehari-hari penggunanya. 

Pepet Calon Pelanggan dengan Retargeting

Jarang sekali ada orang membeli produk setelah melihat iklan untuk pertama kali. Biasanya, perlu waktu PDKT agak lama sampai orang itu yakin. Baru kemudian, ia mau membeli sebuah produk.

Dengan digital marketing, Anda bisa melakukan PDKT itu dengan elegan. Digital marketer menyebut upaya ini dengan istilah retargeting.

Lewat retargeting, Anda bisa menampilkan iklan produk yang spesifik pada calon pelanggan. Biasanya, ini dilakukan setelah calon pelanggan berinteraksi dengan website atau mengklik iklan yang sebelumnya Anda pasang.

Ajaibnya, iklan ini akan terus muncul meski calon pelanggan tak lagi mengakses website Anda. Baik ketika sekedar berselancar di internet, maupun scrolling timeline media sosial.


Dengan cara ini, Anda bisa meningkatkan awareness bisnis dengan pesat. Bahkan, retargeting mampu meningkatkan pencarian nama brand hingga 1.046%. Tak cuma itu saja. Retargeting juga terbukti meningkatkan jumlah pembelian (konversi) hingga 70%

Menarik, bukan?

Untuk melakukan retargeting, Anda bisa bergabung ke jaringan iklan digital. Google Display Network biasanya menawarkan metode ini sebagai salah satu fiturnya.

Memudahkan Calon Pelanggan Temukan Resto atau Cafe

Di manapun lokasi usaha Anda takkan jadi soal. Itu kalau Anda menerapkan digital marketing.

Hanya dengan menaruh alamat resto/cafe di Google Maps Anda bisa menuntun calon konsumen langsung ke tempat Anda. Mereka tak perlu takut tersesat, apalagi sampai hilang. Hehe.

Foto dan Copywriting

Konon, makanan/minuman pertama dicicip lewat mata. Itu mengapa banyak koki profesional sangat terobsesi pada presentasi makanan/minuman yang ia buat. Semakin cantik tampilan sebuah sajian, semakin sajian itu terasa enak di mulut.

Sebagai pemilik resto/cafe, poin inilah yang bisa Anda pakai sebagai bahan marketing. Foto apik dan estetis akan membuat calon konsumen melirik tempat Anda. Apalagi kalau bisa ditambah deskripsi makanan yang detail dan hidup. Sudah pasti, mereka bergegas menuju resto/cafe untuk mencicipi sajian andalan Anda.

Hanya lewat foto dan copywriting, Anda bisa mengarahkan calon pelanggan ke bisnis yang Anda punya. Toh, mau channel marketing apa saja, kedua elemen promosi ini akan selalu bisa Anda temui. Itu mengapa keduanya wajib Anda kuasai.


Copywriting untuk Bisnis Kuliner

Meski sudah punya foto estetis, copywriting tetaplah Anda perlukan untuk promosi. Copy yang tepat bisa menonjolkan hal-hal yang tak nampak pada foto. Contohnya, sensasi rasa, aroma, dan cerita di balik sebuah sajian. Lewat deskripsi yang memanjakan imajinasi inilah, Anda betul-betul bisa menggait pelanggan.

Kalau bicara copywriting secara umum, copywriting yang baik haruslah luwes, personal, dan peka pada kebutuhan pelanggan. Namun, prinsip macam itu agak abstrak untuk diterapkan pada industri kuliner. 

Maka dari itu, Anda tentu butuh formula copywriting yang khusus. Copy untuk bisnis kuliner haruslah memanjakan panca indera yang membacanya.

Lakukan Optimasi SEO

SEO adalah hal wajib dalam digital marketing. Optimasi SEO membuat website dan sosial media resto/cafe nangkring di halaman pertama hasil pencarian Google. Berbekal poin itulah, Anda bisa memastikan banyak orang tahu lalu berkunjung ke resto/cafe Anda.


Sekian tips singkat dari saya, jika ada pertanyaan bisa langsung ke kolom komentar.

See you next time <3

Comments

Lia Natalia said…
artikel yang bermanfaat 👍🏻
Dexter said…
artikel yang bagus untuk kuliner seperti saya punya
Anonymous said…
menarik sekali informasinya
Grecia said…
Bener sih, cafe perlu menjual keunikan mereka sih untuk mwnarik pelanggan
Marsya said…
Wahh infonya menarik, jadi kita butuh daya tarik dari sebuah cafe gitu
Koyu said…
Awalnya bingung tapi lama lama kok menarik
Plusjuu said…
unik, ada meme nya juga didalamnya jadi terhibur hahaha
Renold Januar said…
Sangat edukatif infonya bahasanya sederhana dan mudah dipahami
George Liem said…
Waw info yg menarik kak, terimakasih ������
Hana Calista said…
Nice info, thank you
Unknown said…
Thank youu, informasinya sangat membantu 🙏🏻
Zhilly Ahmad said…
Awesome article! Thanks insightnya ya
Alvita said…
Info yg menarik 👍🏻
Frita said…
Wih makasih infonyaaaa
Sangat mengedukasi 👌🏻
Levina said…
Thank you untuk artikelnya🙏🏻 Sangat bermanfaat

Popular posts from this blog

Digital Citizenship